Home > Religi > Riwayat Wajibnya Puasa Ramadhan

Riwayat Wajibnya Puasa Ramadhan

Sehubungan dengan perang menundukan nafsu shahwat, telah di ceritakan dalam proses diwajibkannya puasa, demikian Allah SWT, telah selesai  mencipakan Akal  berfirman : “ Hai akal menghadaplah kamu kepadaku, maka  dengan segera menghadapNya.

Lalu Allah menyuruhnya : “Mundurlah hai akal, maka ia segera mundur danmenaati perintah Allah Swt, Kemudian  Allah bertaya : hai akal, siapakah sebenarnya kamu dan  Aku ini? Jawabnya “Ya Allah Engkaulah Tuhan Sesembahaanku, sedangkan aku hannyalah seorang hambaMu yang lemah, Akirnya ia di puji Allah oleh Firmannya “ Hai akal,tiada mahluk yang Kuciptakan lebih mulia dibandingkan kamu”.

Kemudian Allah menciptakan Nafsu, dan ketika dia disuruh menghadap Allah, sepatah katapun tidak ada jawaban darinya, bahkan ketika ditanya siapakah kamu dan  siapa Aku? Jawabnya “ Aku ya aku ,Kamu ya kamu”. Maka dengan demikian ia patut menjalani hukuman,akibat tidak tau diri, ia disiksa dilempar dikobaran api neraka jahanam 100 tahun, dan setelah masa habis hukumannya, ia dikelurkan dari neraka, lalu ditanya” siapakah sebenarnya kamu dan  Aku ini? Jawabnya tiada berbeda  dengan yang lalu “ AKu ya aku ,Engkau ya engkau”. Akhirnya dihukum lagi, tetapi kali ini ia lemparkan ladal neraka lapar selama 100 tahaun, sehabis masa hukuman ia ditanya lagi tentang diri dan penciptanya, maka berkat hukuman lapar (puasa) ia mengakui dirinya seorang hamba yang lemah, dan Allah Tuhannya itulah sebabnya Allah mewajibkan puasa baginya “.  (Misykah )

Diwajibkan  puasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan adalah bermula dari peristiwa yang cukup membuat bingung Nabi Adam dan Hawa, Yaitu ketika beliau bermukim di surge makan buah Khulbi, waktu itu buahnya berhenti di tenggorokannya selama satu bulan penuh, Akhirnya ia bertobat dan sesudahnyaitu Allah mewajibkan puasa satu bulan penuh, baik siang ataupun malam harinya, Sebab kelezatan Dunia itu ada empat  : Makan ,minum bersetubah dan tidur nyenyak, yang semua itu sebagai penghalang  sampainya  (komunikasi) seorang hamba terhadap Tuhannya.

Adapaun kewajiban bagi Nabi Muhammad beserta umatnya puasa di siang hari ramadhan, pada malam harinya bpleh berbuka, adalah Fadlal dari Allah Swt, dan kemurahan atas kami dan hal ini wajib disyukuri pleh Umat Islam” .                                                                          >>Durotun Nasihin

  1. August 14, 2010 at 2:31 am

    Wah puasa-puasa dapat PERTAMAXXX

  2. August 14, 2010 at 7:45 am

    Terima kasih Kunjungannya

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: